- Teacher: Yan Timy Martutiari, S.Pd -
E-Learning SMK Negeri 1 Amlapura
Skip available courses




Available courses
- Teacher: Putu Dini Harntari, S.Pd -
- Teacher: Putu Ayu Santi Suwandiari, S.Pd. -
- Teacher: Ni Putu Eka Damayanti, S.Pd,.M.Pd. -
- Teacher: Ni Luh Putu Mery Astuti, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Putu Eni Sutrisnawati, S.ST -
- Teacher: Ni Ketut Fitri Rianingsih, S.Pd -
- Teacher: Ni Kadek Sasmitha Aprilia, S.Pd -

🎓 Selamat datang di Media Pembelajaran Online Melajah.id
SMK Negeri 1 Amlapura
Halo anak-anak hebat SMK Negeri 1 Amlapura 👋
Selamat mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas X.
Pada pembelajaran kali ini, Bapak harap kalian:
📌 Memperhatikan ketentuan pembelajaran dengan baik.
📖 Membaca materi yang disediakan dengan seksama.
🎥 Menyimak video pembelajaran dengan cermat dan penuh konsentrasi.
📝 Mengerjakan latihan soal yang diberikan dengan jujur dan tanggung jawab.
Ingat, proses belajar yang baik akan menghasilkan pemahaman yang kuat. Tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar kalian sebagai generasi penerus bangsa.
🔥 Tetap semangat, anak-anak hebat SMK N 1 Amlapura!
Belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan kalian.
SMK Negeri 1 Amlapura
Halo anak-anak hebat SMK Negeri 1 Amlapura 👋
Selamat mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas X.
Pada pembelajaran kali ini, Bapak harap kalian:
📌 Memperhatikan ketentuan pembelajaran dengan baik.
📖 Membaca materi yang disediakan dengan seksama.
🎥 Menyimak video pembelajaran dengan cermat dan penuh konsentrasi.
📝 Mengerjakan latihan soal yang diberikan dengan jujur dan tanggung jawab.
Ingat, proses belajar yang baik akan menghasilkan pemahaman yang kuat. Tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar kalian sebagai generasi penerus bangsa.
🔥 Tetap semangat, anak-anak hebat SMK N 1 Amlapura!
Belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan kalian.
- Teacher: MUHAMMAD ALFARIZI, S.Pd -
- Teacher: Muhamad Mirwan Akbar -
- Teacher: I Wayan Ligiana Putra, S.Pd -
- Teacher: I Made Narananta Kusuma, S.Pd -
- Teacher: I Made Juliartasari,S.Ag.,M.Pd.H -
- Teacher: I Ketut Jati Astawa, S.Pd -
- Teacher: I Gede Sudarma, S.Ag. -
- Teacher: Geck Indah Pradnyawati, S.Pd. -
SELAMAT PAGI ANAK-ANAK SEMOGA SEMUA DALAM KEADAAN SEHAT,SILAHKAN PELAJARI MATERI TERSEBUT!
Pernahkah kamu menemukan suatu teks bacaan yang isinya menceritakan kisah hidup seorang tokoh ternama? Seperti kisah hidup R.A. Kartini, Ir. Soekarno, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Nah, teks seperti itu biasa disebut sebagai teks biografi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, struktur dan contoh teks biografi singkat berikut ini.
Pengertian Teks Biografi
Teks biografi adalahteks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang.
Umumnya, teks biografi berisi sejarah hidup seseorang sejak lahir hingga saat ini. Bahkan, sampai tokoh tersebut meninggal dunia. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan permasalahan yang pernah dihadapi, maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi pembaca.
Nah, tokoh yang biasanya dibuatkan biografi, antara lain tokoh terkenal, orang sukses, dan seseorang yang berpengaruh atau inspiratif di masyarakat. Contohnya, seperti pahlawan, negarawan, penemu, penguasaha, sastrawan, dan sebagainya.
Apa Bedanya Teks Biografi dengan Autobiografi?
Mungkin kamu pernah mendengar istilah teks autobiografi, ya. Serupa dengan teks biografi, autobiografi adalah teks yang berisikan kisah hidup seorang tokoh yang ditulis oleh dirinya sendiri.
Namun, perbedaannya terletak pada penulisnya. Biografi ditulis oleh orang lain, sedangkan autobiografi ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan. Jadi, jangan sampai tertukar, ya!
Tujuan Teks Biografi
Teks biografi bertujuan untuk menceritakan kehidupan seseorang (tokoh terkenal maupun figur sejarah), mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman hidupnya. Sehingga, pembaca dapat mengambil hikmah atau menjadikannya sebagai inspirasi dan menerapkannya di dalam kehidupan mereka.
Manfaat Teks Biografi
Ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan membaca teks biografi, di antaranya:
1. Lebih mengenal tokoh-tokoh terkenal/berpengaruh melalui riwayat hidupnya.
2. Dapat melihat sisi perjuangan hidup seseorang hingga mencapai kesuksesan.
3. Memotivasi diri sendiri untuk bisa sukses dan pantang menyerah seperti kisah sang tokoh.
4. Menjadi inspirasi dalam bekerja keras untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Ciri-Ciri Teks Biografi
Selain itu, teks biografi juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Berdasarkan ciri-ciri teks biografi ini, kamu jadi bisa mengidentifikasi nih, teks yang sedang kamu baca tergolong teks biografi atau bukan. Lalu, apa saja sih ciri-cirinya?
1. Berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh.
2. Disajikan dalam bentuk narasi.
3. Menceritakan peristiwa penting yang dialami sang tokoh sehingga bisa dijadikan teladan bagi pembaca.
Struktur Teks Biografi
Struktur teks biografi terdiri atas tiga bagian, yaitu orientasi, kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi. Berikut masing-masing penjelasan lengkapnya:
1. Orientasi
Orientasi merupakan struktur bagian awal dari teks biografi. Bagian ini mencakup pengenalan tokoh dan latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan pada bagian selanjutnya.
Orientasi berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam memahami informasi dasar mengenai peristiwa yang diceritakan. Bagian ini juga merupakan pengantar sebelum masuk ke pembahasan yang lebih rinci.
2. Kejadian atau Peristiwa Penting
Selanjutnya, peristiwa penting. Pada bagian ini, diceritakan tentang rangkaian peristiwa, yaitu kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh. Bagian ini disusun secara kronologis sesuai urutan waktu. Terkadang, penulis juga menyertakan beberapa komentar pada bagian-bagian tertentu dalam kronologi peristiwa.
Bagian ini juga merupakan inti dari teks biografi karena pada bagian inilah pembaca dapat mengambil hikmah dan teladan dari kisah hidup sang tokoh.
3. Reorientasi
Terakhir yaitu reorientasi. Bagian ini berisi komentar atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Reorientasi berperan sebagai penutup pada teks biografi dan bersifat opsional.
Bagian ini memudahkan pembaca dalam memahami peristiwa yang telah diceritakan dan memahami alasan tokoh tersebut patut dijadikan teladan bagi banyak orang.
Unsur-Unsur Teks Biografi
Unsur-unsur teks biografi, merujuk pada komponen-komponen yang membentuk struktur dan karakteristik dari sebuah tulisan biografi. Unsur-unsur yang ada pada teks biografi adalah sebagai berikut:
1. Cerita latar belakang keluarga tokoh.
2. Cerita latar belakang pendidikan tokoh.
3. Masalah atau kesulitan yang dialami tokoh dan cara tokoh menghadapinya.
4. Keistimewaan tokoh.
5. Keteladanan tokoh.
Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Teks biografi ditulis dengan tetap memperhatikan kaidah kebahasaan. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks biografi:
• Menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal seperti ‘ia’, ‘dia’, ‘beliau’, dan ‘-nya’. Kata ganti ini biasanya dipakai secara bervariasi untuk penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.
• Menggunakan kata ganti penunjuk yang dipakai untuk menggantikan hal yang telah disampaikan sebelumnya. Kata ganti penunjuk ditandai dengan kata ‘ini’ dan ‘itu’.
• Menggunakan penanda waktu berupa konjungsi seperti ‘sejak’ dan ‘ketika’.
• Menggunakan kata depan yang menunjukkan keterangan waktu seperti ‘pada’.
• Menggunakan penanda waktu berupa nomina seperti ‘nantinya’ atau ‘kelak’.
Kamu juga bisa lihat kaidah kebahasaan teks biografi pada infografik berikut.
Hmm.. kalau dilihat dari kaidah kebahasaannya, sepertinya tidak jauh berbeda dari teks cerpen, ya?
Memang betul! Teks biografi dan cerpen (cerita pendek) sama-sama merupakan contoh teks cerita ulang.
Ada tiga jenis teks cerita ulang yaitu cerita ulang personal, cerita ulang fakta, dan cerita ulang imajinasi. Cerita ulang personal, contohnya buku harian dan surat pribadi. Cerita ulang fakta, contohnya catatan sejarah, biografi, autobiografi, dan berita di media massa. Sedangkan cerita ulang imajinasi, contohnya dongeng, novel, dan cerpen.
Eits, tapi ingat! Meskipun kaidah kebahasaannya mirip-mirip, tapi biografi berbeda, ya, dengan cerpen. Biografi berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh yang diceritakan. Sedangkan cerpen berisikan cerita fiksi yang didasarkan pada imajinasi pengarang.
Jenis-Jenis Teks Biografi
Teks biografi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Teks Biografi berdasarkan Sisi Penulisannya
Pada jenis ini, teks biografi terbagi lagi menjadi:
• Authorized biography, merupakan jenis biografi yang dibuat berdasarkan sepengetahuan atau seizin tokoh.
• Unauthorized biography, merupakan jenis biografi yang menceritakan kisah tokoh yang sudah meninggal. Jadi, penulis dapat menceritakannya tanpa seizin tokoh yang bersangkutan.
2. Teks Biografi berdasarkan Isi
Berdasarkan isinya, teks biografi terbagi menjadi:
• Biografi perjalanan karier, yaitu jenis biografi yang menceritakan perjalanan karier seseorang, mencakup proses yang dilalui tokoh tersebut dalam mencapai kesuksesan.
• Biografi perjalanan hidup, yaitu jenis biografi yang menceritakan perjalanan hidup seseorang.
3. Teks Biografi berdasarkan Penerbit
Sementara itu, berdasarkan penerbitnya, teks biografi dibagi menjadi:
• Buku sendiri, yakni jenis biografi yang dijadikan buku oleh penerbitnya. Dalam hal ini, biaya produksi pembuatan buku tersebut, ditanggung oleh tokoh itu sendiri.
• Buku subsidi, yakni jenis biografi yang biaya produksinya ditanggung oleh sponsor.
4. Teks Biografi berdasarkan Persoalan yang Dibahas
Pada jenis ini, teks biografi terbagi menjadi 3 kategori, yakni:
• Biografi politik, merupakan jenis teks biografi yang menceritakan tokoh-tokoh politik.
• Biografi intelektual, merupakan jenis teks biografi yang gaya penulisannya banyak menggunakan bahasa ilmiah.
• Biografi jurnalistik, merupakan jenis teks biografi yang isinya didapat berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh yang akan ditulis, maupun tokoh yang masih berkaitan sebagai bahan pendukung cerita.
Contoh Teks Biografi Singkat
Nggak lengkap kan belajar materi tanpa melihat contohnya. Yuk, baca dan pahami contoh teks biografi singkat tentang mantan presiden Indonesia pak B. J. Habibie.
Biografi B. J. Habibie
B.J Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaikan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia. Oleh karena itu ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).
Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses. Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.
Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.
Tahun 1960, Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule Jerman dengan predikat cumlaude (sempurna) nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu, Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.
Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Habibie kemudian melanjutkan studinya di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen.
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari, Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantrie di tempat pencucian umum untuk mencuci.
Pada tahun 1965, Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack.
Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Perancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.
Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undangundang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.
Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah diilmkan dengan judul yang sama.
Pernahkah kamu menemukan suatu teks bacaan yang isinya menceritakan kisah hidup seorang tokoh ternama? Seperti kisah hidup R.A. Kartini, Ir. Soekarno, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Nah, teks seperti itu biasa disebut sebagai teks biografi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya tentang pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, struktur dan contoh teks biografi singkat berikut ini.
Pengertian Teks Biografi
Teks biografi adalahteks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang.
Umumnya, teks biografi berisi sejarah hidup seseorang sejak lahir hingga saat ini. Bahkan, sampai tokoh tersebut meninggal dunia. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan permasalahan yang pernah dihadapi, maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi pembaca.
Nah, tokoh yang biasanya dibuatkan biografi, antara lain tokoh terkenal, orang sukses, dan seseorang yang berpengaruh atau inspiratif di masyarakat. Contohnya, seperti pahlawan, negarawan, penemu, penguasaha, sastrawan, dan sebagainya.
Apa Bedanya Teks Biografi dengan Autobiografi?
Mungkin kamu pernah mendengar istilah teks autobiografi, ya. Serupa dengan teks biografi, autobiografi adalah teks yang berisikan kisah hidup seorang tokoh yang ditulis oleh dirinya sendiri.
Namun, perbedaannya terletak pada penulisnya. Biografi ditulis oleh orang lain, sedangkan autobiografi ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan. Jadi, jangan sampai tertukar, ya!
Tujuan Teks Biografi
Teks biografi bertujuan untuk menceritakan kehidupan seseorang (tokoh terkenal maupun figur sejarah), mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman hidupnya. Sehingga, pembaca dapat mengambil hikmah atau menjadikannya sebagai inspirasi dan menerapkannya di dalam kehidupan mereka.
Manfaat Teks Biografi
Ada beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dengan membaca teks biografi, di antaranya:
1. Lebih mengenal tokoh-tokoh terkenal/berpengaruh melalui riwayat hidupnya.
2. Dapat melihat sisi perjuangan hidup seseorang hingga mencapai kesuksesan.
3. Memotivasi diri sendiri untuk bisa sukses dan pantang menyerah seperti kisah sang tokoh.
4. Menjadi inspirasi dalam bekerja keras untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Ciri-Ciri Teks Biografi
Selain itu, teks biografi juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Berdasarkan ciri-ciri teks biografi ini, kamu jadi bisa mengidentifikasi nih, teks yang sedang kamu baca tergolong teks biografi atau bukan. Lalu, apa saja sih ciri-cirinya?
1. Berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh.
2. Disajikan dalam bentuk narasi.
3. Menceritakan peristiwa penting yang dialami sang tokoh sehingga bisa dijadikan teladan bagi pembaca.
Struktur Teks Biografi
Struktur teks biografi terdiri atas tiga bagian, yaitu orientasi, kejadian atau peristiwa penting, dan reorientasi. Berikut masing-masing penjelasan lengkapnya:
1. Orientasi
Orientasi merupakan struktur bagian awal dari teks biografi. Bagian ini mencakup pengenalan tokoh dan latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan pada bagian selanjutnya.
Orientasi berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam memahami informasi dasar mengenai peristiwa yang diceritakan. Bagian ini juga merupakan pengantar sebelum masuk ke pembahasan yang lebih rinci.
2. Kejadian atau Peristiwa Penting
Selanjutnya, peristiwa penting. Pada bagian ini, diceritakan tentang rangkaian peristiwa, yaitu kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh. Bagian ini disusun secara kronologis sesuai urutan waktu. Terkadang, penulis juga menyertakan beberapa komentar pada bagian-bagian tertentu dalam kronologi peristiwa.
Bagian ini juga merupakan inti dari teks biografi karena pada bagian inilah pembaca dapat mengambil hikmah dan teladan dari kisah hidup sang tokoh.
3. Reorientasi
Terakhir yaitu reorientasi. Bagian ini berisi komentar atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Reorientasi berperan sebagai penutup pada teks biografi dan bersifat opsional.
Bagian ini memudahkan pembaca dalam memahami peristiwa yang telah diceritakan dan memahami alasan tokoh tersebut patut dijadikan teladan bagi banyak orang.
Unsur-Unsur Teks Biografi
Unsur-unsur teks biografi, merujuk pada komponen-komponen yang membentuk struktur dan karakteristik dari sebuah tulisan biografi. Unsur-unsur yang ada pada teks biografi adalah sebagai berikut:
1. Cerita latar belakang keluarga tokoh.
2. Cerita latar belakang pendidikan tokoh.
3. Masalah atau kesulitan yang dialami tokoh dan cara tokoh menghadapinya.
4. Keistimewaan tokoh.
5. Keteladanan tokoh.
Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Teks biografi ditulis dengan tetap memperhatikan kaidah kebahasaan. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks biografi:
• Menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal seperti ‘ia’, ‘dia’, ‘beliau’, dan ‘-nya’. Kata ganti ini biasanya dipakai secara bervariasi untuk penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.
• Menggunakan kata ganti penunjuk yang dipakai untuk menggantikan hal yang telah disampaikan sebelumnya. Kata ganti penunjuk ditandai dengan kata ‘ini’ dan ‘itu’.
• Menggunakan penanda waktu berupa konjungsi seperti ‘sejak’ dan ‘ketika’.
• Menggunakan kata depan yang menunjukkan keterangan waktu seperti ‘pada’.
• Menggunakan penanda waktu berupa nomina seperti ‘nantinya’ atau ‘kelak’.
Kamu juga bisa lihat kaidah kebahasaan teks biografi pada infografik berikut.
Hmm.. kalau dilihat dari kaidah kebahasaannya, sepertinya tidak jauh berbeda dari teks cerpen, ya?
Memang betul! Teks biografi dan cerpen (cerita pendek) sama-sama merupakan contoh teks cerita ulang.
Ada tiga jenis teks cerita ulang yaitu cerita ulang personal, cerita ulang fakta, dan cerita ulang imajinasi. Cerita ulang personal, contohnya buku harian dan surat pribadi. Cerita ulang fakta, contohnya catatan sejarah, biografi, autobiografi, dan berita di media massa. Sedangkan cerita ulang imajinasi, contohnya dongeng, novel, dan cerpen.
Eits, tapi ingat! Meskipun kaidah kebahasaannya mirip-mirip, tapi biografi berbeda, ya, dengan cerpen. Biografi berisikan fakta yang didasarkan pada pengalaman hidup tokoh yang diceritakan. Sedangkan cerpen berisikan cerita fiksi yang didasarkan pada imajinasi pengarang.
Jenis-Jenis Teks Biografi
Teks biografi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Teks Biografi berdasarkan Sisi Penulisannya
Pada jenis ini, teks biografi terbagi lagi menjadi:
• Authorized biography, merupakan jenis biografi yang dibuat berdasarkan sepengetahuan atau seizin tokoh.
• Unauthorized biography, merupakan jenis biografi yang menceritakan kisah tokoh yang sudah meninggal. Jadi, penulis dapat menceritakannya tanpa seizin tokoh yang bersangkutan.
2. Teks Biografi berdasarkan Isi
Berdasarkan isinya, teks biografi terbagi menjadi:
• Biografi perjalanan karier, yaitu jenis biografi yang menceritakan perjalanan karier seseorang, mencakup proses yang dilalui tokoh tersebut dalam mencapai kesuksesan.
• Biografi perjalanan hidup, yaitu jenis biografi yang menceritakan perjalanan hidup seseorang.
3. Teks Biografi berdasarkan Penerbit
Sementara itu, berdasarkan penerbitnya, teks biografi dibagi menjadi:
• Buku sendiri, yakni jenis biografi yang dijadikan buku oleh penerbitnya. Dalam hal ini, biaya produksi pembuatan buku tersebut, ditanggung oleh tokoh itu sendiri.
• Buku subsidi, yakni jenis biografi yang biaya produksinya ditanggung oleh sponsor.
4. Teks Biografi berdasarkan Persoalan yang Dibahas
Pada jenis ini, teks biografi terbagi menjadi 3 kategori, yakni:
• Biografi politik, merupakan jenis teks biografi yang menceritakan tokoh-tokoh politik.
• Biografi intelektual, merupakan jenis teks biografi yang gaya penulisannya banyak menggunakan bahasa ilmiah.
• Biografi jurnalistik, merupakan jenis teks biografi yang isinya didapat berdasarkan hasil wawancara dengan tokoh yang akan ditulis, maupun tokoh yang masih berkaitan sebagai bahan pendukung cerita.
Contoh Teks Biografi Singkat
Nggak lengkap kan belajar materi tanpa melihat contohnya. Yuk, baca dan pahami contoh teks biografi singkat tentang mantan presiden Indonesia pak B. J. Habibie.
Biografi B. J. Habibie
B.J Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaikan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia. Oleh karena itu ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).
Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses. Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.
Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.
Tahun 1960, Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule Jerman dengan predikat cumlaude (sempurna) nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu, Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.
Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Habibie kemudian melanjutkan studinya di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen.
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari, Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantrie di tempat pencucian umum untuk mencuci.
Pada tahun 1965, Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack.
Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Perancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.
Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undangundang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.
Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah diilmkan dengan judul yang sama.
- Teacher: Desak Putu Laniasih, S.Pd -
- Teacher: Yan Timy Martutiari, S.Pd -
- Teacher: Vidsvara Putra Krisnanandha, S.Pd -
- Teacher: Vidsvara Putra Krisnanandha, S.Pd -
- Teacher: Putu Anastasia Mayrika, S.Pd -
- Teacher: Ni Wayan Yuli Aryawati, S.Pd -
Pelajarilah materi berikut..
Seorang Porter (atau sering disebut sebagai Bellhop) adalah salah satu garda terdepan dalam departemen Front Office di sebuah hotel. Mereka adalah orang pertama yang menyambut tamu saat tiba dan orang terakhir yang melepas tamu saat pulang.
Peran Porter sangat krusial karena mereka bertanggung jawab menciptakan kesan pertama (first impression) yang positif bagi tamu.
1.Tugas dan Tanggung Jawab Utama
Tugas seorang Porter tidak hanya sekadar mengangkat koper, tetapi juga mencakup aspek pelayanan pelanggan yang luas:
Penanganan Barang Bawaan: Mengangkat, membawa, dan menyimpan barang tamu dengan aman mulai dari kendaraan hingga ke kamar.
Penyambutan (Greeting): Membukakan pintu kendaraan dan memberikan salam hangat sesuai standar hotel.
Informasi Fasilitas: Menjelaskan cara penggunaan fasilitas di dalam kamar (AC, TV, safe deposit box, dll.).
Layanan Paging: Membantu mencarikan tamu di area publik jika ada pesan atau telepon penting.
Errand Service: Menjalankan tugas-tugas kecil atas permintaan tamu atau manajemen, seperti membelikan obat atau mengirim surat.
Keamanan & Kebersihan: Mengawasi area lobi agar tetap bersih dan melaporkan hal-hal mencurigakan di area pintu masuk.
2.Tahapan Proses Check-in oleh Porter
Proses kerja Porter dimulai saat kendaraan tamu memasuki area drop-off hingga tamu merasa nyaman di dalam kamarnya.
Tahap 1: Penyambutan (Arrival)
Greeting: Menghampiri mobil tamu, membukakan pintu, dan mengucapkan salam (Contoh: “Selamat datang di Hotel [Nama], ada yang bisa saya bantu?”).
Unloading: Mengeluarkan barang bawaan dari bagasi kendaraan dengan hati-hati.
Counting: Menghitung jumlah koper di depan tamu untuk memastikan tidak ada yang tertinggal di kendaraan.
Tahap 2: Administrasi Barang (Tagging)
Baggage Tagging: Memasang label (luggage tag) pada barang tamu yang berisi nama tamu dan jumlah barang.
Mengarahkan Tamu: Mengantar tamu menuju meja Receptionist untuk proses administrasi check-in. Sementara itu, Porter menunggu di area lobi dengan barang bawaan tetap dalam pengawasan.
Tahap 3: Menuju Kamar (Escorting)
Konfirmasi Kamar: Setelah tamu selesai check-in dan menerima kunci, Porter meminta izin untuk mengantar tamu ke kamar.
Leading the Way: Berjalan sedikit di depan tamu (atau di samping jika area luas) sambil melakukan percakapan ringan (small talk) mengenai perjalanan tamu atau cuaca.
Room Entry: Mengetuk pintu kamar (meskipun kosong) sebagai prosedur standar, lalu membukakan pintu untuk tamu.
Tahap 4: Room Orientation (Penjelasan Fasilitas)
Placing Luggage: Meletakkan barang di rak koper (luggage rack) dengan rapi.
Room Explanation: Menjelaskan fitur kamar secara singkat namun jelas:
Cara menyalakan lampu dan AC.
Cara kerja kunci pintu elektronik.
Lokasi minibar, handuk, dan fasilitas lainnya.
Closing: Menanyakan apakah ada bantuan lain, memberikan kunci kepada tamu, mengucapkan selamat beristirahat, dan meninggalkan kamar dengan sopan.
3.Atribut Penting Seorang Porter
Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, seorang Porter harus memiliki:
Kesehatan Fisik: Karena pekerjaan ini melibatkan aktivitas fisik yang berat sepanjang hari.
Pengetahuan Produk: Harus hafal tata letak hotel, jam operasional restoran, hingga objek wisata di sekitar hotel.
Keramahan (Hospitality): Sikap yang selalu tersenyum dan membantu.
Catatan: Dalam sistem manajemen hotel (Property Management System), Porter biasanya mencatat setiap pergerakan barang dalam Errand Card atau Bellboy Control Sheet untuk keperluan arsip dan pelacakan. Percakapan Porter & Tamuini adalah beberapa konsep dan keterampilan yang akan diuji dalam kuis ini untuk memperdalam pemahaman Anda tentang peran Porter di hotel:
Prosedur Kedatangan: Memahami langkah pertama saat menyambut tamu.
Penanganan Barang (Luggage Handling): Mengetahui cara memberi label dan menjaga keamanan barang.
Komunikasi & Etika: Menguasai tata cara berbicara dan memberikan informasi fasilitas kamar.
Layanan Tambahan (Errand Service): Memahami tugas-tugas di luar pengantaran barang.
Berikut adalah contoh skenario saat Porter mengantar tamu ke kamar:
Porter: "Selamat sore, Bapak Budi. Nama saya Andi, saya akan mengantar Bapak ke kamar. Boleh saya bawa kunci kamarnya sebentar untuk membantu membukakan pintu?"
Tamu: "Oh, tentu, silakan. Ini kuncinya."
(Dalam perjalanan menuju lift)
Porter: "Bagaimana perjalanan Bapak menuju hotel kami? Apakah lancar?"
Tamu: "Cukup lancar, hanya sedikit macet di pintu tol tadi."
Porter: "Saya harap Bapak bisa beristirahat dengan nyaman di sini. Sebagai informasi, restoran kami berada di lantai 2 dan buka hingga jam 10 malam."
(Sampai di depan kamar)
Porter: (Mengetuk pintu 3x) "Bellboy... Bellboy... Bellboy..."
(Membuka pintu dan mempersilakan tamu masuk)
Porter: "Silakan masuk, Pak. Saya letakkan kopernya di rak koper ini ya."
Tamu: "Ya, terima kasih."
Porter: "Bapak Budi, ini adalah panel kontrol lampu dan AC di samping tempat tidur. Untuk air panas di kamar mandi, Bapak cukup memutar keran ke arah kiri. Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu saat ini?"
Tamu: "Sudah cukup, terima kasih banyak."
Porter: "Sama-sama, Pak Budi. Selamat beristirahat dan semoga hari Bapak menyenangkan."
Seorang Porter (atau sering disebut sebagai Bellhop) adalah salah satu garda terdepan dalam departemen Front Office di sebuah hotel. Mereka adalah orang pertama yang menyambut tamu saat tiba dan orang terakhir yang melepas tamu saat pulang.
Peran Porter sangat krusial karena mereka bertanggung jawab menciptakan kesan pertama (first impression) yang positif bagi tamu.
1.Tugas dan Tanggung Jawab Utama
Tugas seorang Porter tidak hanya sekadar mengangkat koper, tetapi juga mencakup aspek pelayanan pelanggan yang luas:
Penanganan Barang Bawaan: Mengangkat, membawa, dan menyimpan barang tamu dengan aman mulai dari kendaraan hingga ke kamar.
Penyambutan (Greeting): Membukakan pintu kendaraan dan memberikan salam hangat sesuai standar hotel.
Informasi Fasilitas: Menjelaskan cara penggunaan fasilitas di dalam kamar (AC, TV, safe deposit box, dll.).
Layanan Paging: Membantu mencarikan tamu di area publik jika ada pesan atau telepon penting.
Errand Service: Menjalankan tugas-tugas kecil atas permintaan tamu atau manajemen, seperti membelikan obat atau mengirim surat.
Keamanan & Kebersihan: Mengawasi area lobi agar tetap bersih dan melaporkan hal-hal mencurigakan di area pintu masuk.
2.Tahapan Proses Check-in oleh Porter
Proses kerja Porter dimulai saat kendaraan tamu memasuki area drop-off hingga tamu merasa nyaman di dalam kamarnya.
Tahap 1: Penyambutan (Arrival)
Greeting: Menghampiri mobil tamu, membukakan pintu, dan mengucapkan salam (Contoh: “Selamat datang di Hotel [Nama], ada yang bisa saya bantu?”).
Unloading: Mengeluarkan barang bawaan dari bagasi kendaraan dengan hati-hati.
Counting: Menghitung jumlah koper di depan tamu untuk memastikan tidak ada yang tertinggal di kendaraan.
Tahap 2: Administrasi Barang (Tagging)
Baggage Tagging: Memasang label (luggage tag) pada barang tamu yang berisi nama tamu dan jumlah barang.
Mengarahkan Tamu: Mengantar tamu menuju meja Receptionist untuk proses administrasi check-in. Sementara itu, Porter menunggu di area lobi dengan barang bawaan tetap dalam pengawasan.
Tahap 3: Menuju Kamar (Escorting)
Konfirmasi Kamar: Setelah tamu selesai check-in dan menerima kunci, Porter meminta izin untuk mengantar tamu ke kamar.
Leading the Way: Berjalan sedikit di depan tamu (atau di samping jika area luas) sambil melakukan percakapan ringan (small talk) mengenai perjalanan tamu atau cuaca.
Room Entry: Mengetuk pintu kamar (meskipun kosong) sebagai prosedur standar, lalu membukakan pintu untuk tamu.
Tahap 4: Room Orientation (Penjelasan Fasilitas)
Placing Luggage: Meletakkan barang di rak koper (luggage rack) dengan rapi.
Room Explanation: Menjelaskan fitur kamar secara singkat namun jelas:
Cara menyalakan lampu dan AC.
Cara kerja kunci pintu elektronik.
Lokasi minibar, handuk, dan fasilitas lainnya.
Closing: Menanyakan apakah ada bantuan lain, memberikan kunci kepada tamu, mengucapkan selamat beristirahat, dan meninggalkan kamar dengan sopan.
3.Atribut Penting Seorang Porter
Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, seorang Porter harus memiliki:
Kesehatan Fisik: Karena pekerjaan ini melibatkan aktivitas fisik yang berat sepanjang hari.
Pengetahuan Produk: Harus hafal tata letak hotel, jam operasional restoran, hingga objek wisata di sekitar hotel.
Keramahan (Hospitality): Sikap yang selalu tersenyum dan membantu.
Catatan: Dalam sistem manajemen hotel (Property Management System), Porter biasanya mencatat setiap pergerakan barang dalam Errand Card atau Bellboy Control Sheet untuk keperluan arsip dan pelacakan. Percakapan Porter & Tamuini adalah beberapa konsep dan keterampilan yang akan diuji dalam kuis ini untuk memperdalam pemahaman Anda tentang peran Porter di hotel:
Prosedur Kedatangan: Memahami langkah pertama saat menyambut tamu.
Penanganan Barang (Luggage Handling): Mengetahui cara memberi label dan menjaga keamanan barang.
Komunikasi & Etika: Menguasai tata cara berbicara dan memberikan informasi fasilitas kamar.
Layanan Tambahan (Errand Service): Memahami tugas-tugas di luar pengantaran barang.
Berikut adalah contoh skenario saat Porter mengantar tamu ke kamar:
Porter: "Selamat sore, Bapak Budi. Nama saya Andi, saya akan mengantar Bapak ke kamar. Boleh saya bawa kunci kamarnya sebentar untuk membantu membukakan pintu?"
Tamu: "Oh, tentu, silakan. Ini kuncinya."
(Dalam perjalanan menuju lift)
Porter: "Bagaimana perjalanan Bapak menuju hotel kami? Apakah lancar?"
Tamu: "Cukup lancar, hanya sedikit macet di pintu tol tadi."
Porter: "Saya harap Bapak bisa beristirahat dengan nyaman di sini. Sebagai informasi, restoran kami berada di lantai 2 dan buka hingga jam 10 malam."
(Sampai di depan kamar)
Porter: (Mengetuk pintu 3x) "Bellboy... Bellboy... Bellboy..."
(Membuka pintu dan mempersilakan tamu masuk)
Porter: "Silakan masuk, Pak. Saya letakkan kopernya di rak koper ini ya."
Tamu: "Ya, terima kasih."
Porter: "Bapak Budi, ini adalah panel kontrol lampu dan AC di samping tempat tidur. Untuk air panas di kamar mandi, Bapak cukup memutar keran ke arah kiri. Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu saat ini?"
Tamu: "Sudah cukup, terima kasih banyak."
Porter: "Sama-sama, Pak Budi. Selamat beristirahat dan semoga hari Bapak menyenangkan."
- Teacher: Ni Wayan Ery Sri Widiastuti, S.Pd -
- Teacher: Ni Wayan Ery Sri Widiastuti, S.Pd -
- Teacher: Ni Putu Oka Wahyuni, S.Pd -
- Teacher: Ni Putu Eka Damayanti, S.Pd,.M.Pd. -
- Teacher: Ni Putu Diah Aprianti, S.Pd -
- Teacher: Ni Nyoman Armini, S.Pd -
- Teacher: Ni Made Yunda Sasmita Dewi, S.Pd -
- Teacher: Ni Made Yunda Sasmita Dewi, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Putu Mery Astuti, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Putu Kurniasih, S.Pd.,M.PdH -
- Teacher: Ni Komang Sriastini, S.Pd -
- Teacher: Ni Ketut Sumiyati Tilawati, S.Pd. -
- Teacher: Ni Ketut Fitri Rianingsih, S.Pd -
- Teacher: Ni Kadek Srianingsih, SE -
- Teacher: Ni Kadek Sasmitha Aprilia, S.Pd -
- Teacher: Ni Kadek Sasmitha Aprilia, S.Pd -
- Teacher: Ni Kadek Nuasri Astuti, S.Pd -

🎓 Selamat datang di Media Pembelajaran Online Melajah.id
SMK Negeri 1 Amlapura
Halo anak-anak hebat SMK Negeri 1 Amlapura 👋
Selamat mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas XI.
Pada pembelajaran kali ini, Bapak harap kalian:
📌 Memperhatikan ketentuan pembelajaran dengan baik.
📖 Membaca materi yang disediakan dengan seksama.
🎥 Menyimak video pembelajaran dengan cermat dan penuh konsentrasi.
📝 Mengerjakan latihan soal yang diberikan dengan jujur dan tanggung jawab.
Ingat, proses belajar yang baik akan menghasilkan pemahaman yang kuat. Tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar kalian sebagai generasi penerus bangsa.
🔥 Tetap semangat, anak-anak hebat SMK Negeri 1 Amlapura!
Belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan kalian.
SMK Negeri 1 Amlapura
Halo anak-anak hebat SMK Negeri 1 Amlapura 👋
Selamat mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas XI.
Pada pembelajaran kali ini, Bapak harap kalian:
📌 Memperhatikan ketentuan pembelajaran dengan baik.
📖 Membaca materi yang disediakan dengan seksama.
🎥 Menyimak video pembelajaran dengan cermat dan penuh konsentrasi.
📝 Mengerjakan latihan soal yang diberikan dengan jujur dan tanggung jawab.
Ingat, proses belajar yang baik akan menghasilkan pemahaman yang kuat. Tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar kalian sebagai generasi penerus bangsa.
🔥 Tetap semangat, anak-anak hebat SMK Negeri 1 Amlapura!
Belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan kalian.
- Teacher: MUHAMMAD ALFARIZI, S.Pd -
- Teacher: Muhamad Mirwan Akbar -
- Teacher: Kadek Restika Dewi, S.Pd.,M.Pd -
Selamat datang di modul pembelajaran Bahasa indonesia kelas XI. Pada sesi ini, kita akan mendalami materi mengenai Teks Proposal dan Karya Ilmiah. Silakan baca materi yang telah disediakan dengan seksama, kemudian ikuti arahan yang tertera pada halaman yang telah disediakan. Halaman yang telah disediakan bertujuan untuk memperkuat pemahaman. Apabila terdapat penugasan maka pastikan Anda memperhatikan tenggat waktu yang telah ditentukan.
- Teacher: Aditya Dwi Santoso, S.Pd -
- Teacher: I Wayan Suarjana, S.E.,S.Pd -
- Teacher: I Wayan Ligiana Putra, S.Pd -
- Teacher: I Made Narananta Kusuma, S.Pd -
- Teacher: I Made Kris Wijayadi, S.Pd -
- Teacher: I Komang Suputra Wiryana, SST.Par -
- Teacher: I Wayan Kadik Kartyana, S.Pd -
- Teacher: I Kadek Sastrawan, S.Pd -
- Teacher: Eva Nofia Krisna Kamadeni, S.Pd -
- Teacher: Eva Nofia Krisna Kamadeni, S.Pd -
- Teacher: Eries Setyorini, S.Pd.,M.Pd -
SELAMAT PAGI ANAK-ANAK SEMUA SEMOGA SELALU DALAM KEADAAN SEHAT, SILAHKAN PELAJARAI MATERI TERSEBUT!
Pengertian Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah atau bisa juga disebut karya ilmiah adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau kajian suatu masalah oleh seseorang atau kelompok dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan.
Karya ilmiah juga biasa disebut sebagai tulisan akademis (academic writing) karena biasa ditulis oleh akademisi perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa. Bentuk tulisan ini tentunya juga memiliki tujuan dan manfaat.
Baca Juga: Karakteristik Karya Ilmiah beserta Tujuan dan Manfaatnya
Tujuan Karya Ilmiah
Salah satu tujuan karya ilmiah adalah untuk melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian. Selain itu, ada juga tujuan lain dari dibuatnya karya tulis ilmiah, di antaranya:
1. Menyampaikan Informasi
Karya ilmiah seringkali dibuat untuk menyampaikan informasi terkait hasil penelitian atau penemuan di bidang tertentu kepada masyarakat luas. Dengan membuat karya ilmiah, kita bisa berbagi ilmu pengetahuan baru dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tersebut.
2. Mengembangkan Daya Berpikir
Ketika membuat karya ilmiah mengenai suatu topik atau fenomena, kita akan mengembangkan kemampuan berpikir terhadap isu yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Dengan begitu, karya ilmiah juga bisa dijadikan bahan untuk melatih ide, kreatifitas, tingkat pemahaman atau daya tangkap.
3. Sebagai Landasan Teoritis
Karya ilmiah seringkali menciptakan landasan teoritis yang dapat digunakan oleh peneliti atau akademisi lainnya, untuk pengambilan keputusan, perumusan masalah, hingga mengembangkan penelitian lama agar menjadi penelitian baru yang lebih matang secara konsep dan pemikiran.
Manfaat Karya Ilmiah
Sementara itu, pembuatan karya tulis ilmiah juga memberikan sejumlah manfaat, baik bagi penulisnya, maupun masyarakat. Berikut beberapa manfaat karya ilmiah yang bisa kamu pahami:
1. Penyumbang Ilmu Pengetahuan
Karya ilmiah berisi ide atau gagasan mengenai suatu fenomena yang diteliti. Penelitian dalam karya ilmiah, tentunya dapat menjadi dasar bagi penelitian berkelanjutan untuk menciptakan hasil yang lebih baik dalam bidang terbut. Nah, hasil penelitiannya, bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan baru, serta bahan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya.
2. Pemberdayaan Masyarakat
Karya ilmiah itu sifatnya publik ya, gais. Jadi, bisa diakses oleh masyarakat. Sehingga, lewat karya ilmiah ini, kita dapat memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan ilmiah. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kontribusi masyarakat dalam isu-isu penting.
3. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Selain itu, karya ilmiah juga sering dijadikan sumber pembelajaran di institusi pendidikan tinggi, loh. Mahasiswa dapat memanfaatkan karya ilmiah untuk memahami konsep-konsep yang lebih kompleks hingga mengembangkan keterampilan mereka di bidang ilmiah.
4. Inovasi dan Perkembangan Teknologi
Penemuan atau ide baru dalam karya ilmiah, yang berkaitan dengan teknologi, dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan teknologi yang lebih maju. Dengan begitu, ini bisa membantu memecahkan masalah, atau meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Secara umum, ciri-ciri karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi:
Ciri-ciri karya tulis ilmiah
Struktur Karya Ilmiah
Nah, agar kamu bisa menyusun karya ilmiah yang baik dan benar, kamu perlu tahu nih struktur atau sistematika karya ilmiah. Ada apa aja sih struktur karya ilmiah itu? Yuk, kita bedah bersama!
1. Judul
Sistematika penulisan karya ilmiah yang pertama, dimulai dari halaman judul. Judul karya ilmiah dibuat berdasarkan topik yang akan dibahas. Pembuatan judul dapat ditulis semenarik mungkin, namun tetap efektif dan menggunakan kata-kata sesuai KBBI dan PUEBI.
2. Abstrak
Selanjutnya, yaitu abstrak. Apa itu abstrak? Nah, abstrak adalah ringkasan dari keseluruhan isi yang dibahas dalam karya ilmiah. Tujuannya, agar pembaca dapat membaca sekilas terkait isi, maksud, dan tujuan karya ilmiah secara ringkas. Abstrak umumnya dibuat kurang lebih hanya 250 kata dan menggunakan bahasa yang efektif serta informatif.
3. Pendahuluan
Struktur karya ilmiah berikutnya, ialah pendahuluan. Pendahuluan ini, terbagi menjadi 4 sub bab, di antaranya:
a. Latar Belakang Masalah
Berisi penjelasan teoritis dan faktual dari masalah yang akan dibahas. Latar belakang masalah ini dijelaskan secara singkat, jelas, dan logis.
b. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam karya ilmiah berisi pertanyaan-pertanyaan dari masalah penelitian. Kamu bisa membuat rumusan masalah berdasarkan latar belakang masalah itu sendiri.
c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi penjelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tersebut.
d. Manfaat Penelitian
Sementara itu, manfaat penelitian berisi penjelasan mengenai manfaat, atau kontribusi apa aja yang akan dihasilkan dari hasil penelitian. Manfaat penelitian, biasanya diperuntukkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan, bidang, atau masyarakat yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
4. Kerangka Teori
Lanjut, kita masuk ke bagian kerangka teori. Bagian ini akan memuat 2 hal, yaitu:
a. Landasan Teori
Berisi konsep yang menjadi dasar penelitian. Sehingga, karya ilmiah dapat disusun secara sistematis dan kredibel.
b. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian berisi kesimpulan sementara berdasarkan kerangka pemikiran atau landasan teori yang digunakan oleh peneliti.
5. Metode Penelitian
Nah, setelah itu, kita bisa menentukan metode penelitian yang mau kita gunakan. Metode penelitian sendiri dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil yang valid.
Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan jenis metode penelitian yang dipilih, konsep dan variabel penelitian, populasi dan sampel penelitian, teori pengumpulan data, hingga melakukan analisis/pengujian data.
6. Pembahasan Penelitian
Baru deh, kita bisa menjalankan proses penelitian menggunakan bahan-bahan dan langkah-langkah yang sudah kita tentukan sebelumnya. Nah, proses penelitian tersebut, bisa kita jelaskan di bagian pembahasan penelitian. Tentunya, kamu harus menjelaskan secara runut, rinci, dan jujur ya, tanpa ada hasil atau proses yang direkayasa.
7. Penutup
Setelah menjelaskan mengenai hasil penelitian, selanjutnya, kamu bisa mengungkapkan kesimpulan dan saran dari penelitian tersebut. Kesimpulan ini, bertujuan agar para pembaca dapat mendapatkan informasi dari masalah yang diteliti. Sementara saran, bisa berupa pesan-pesan dari penulis/peneliti. Saran ini ditujukan untuk peneliti lain yang hendak melakukan penelitian di bidang yang sama.
8. Daftar Pustaka
Nah, jangan lupa ya, masukkan segala sumber referensi penelitian kamu dalam daftar pustaka. Dalam menuliskan daftar pustaka, biasanya akan menggunakan format yang telah ditentukan. Mulai dari tata cara penulisan nama, judul tulisan, nama penerbit, identitas buku/jurnal, hingga waktu terbit. Melalui daftar pustaka ini, karya ilmiah yang kamu buat, akan semakin kredibel.
Baca Juga: Contoh Daftar Pustaka & Cara Menulisnya Berdasarkan Sumber
9. Lampiran
Sistematika karya ilmiah yang terakhir adalah lampiran. Isinya berupa lampiran data yang diperoleh dalam proses analisis saat melakukan penelitian.
Kaidah Kebahasaan Karya Ilmiah
Karya ilmiah memerlukan penggunaan bahasa yang jelas, akurat, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang umum digunakan dalam membuat karya ilmiah:
1. Menggunakan Kata Impersonal
Karya ilmiah ditandai dengan pemilihan kata yang bersifat impersonal. Maksudnya, kata ganti yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat umum, misalnya penulis atau peneliti. Hal ini berbeda dengan jenis teks lain yang sifatnya non-ilmiah, seperti novel atau cerpen, yang pengarangnya bisa menggunakan kata ganti aku, kamu, atau dia.
2. Menggunakan Kata Baku
Pemilihan kata dalam karya ilmiah haruslah baku, sesuai KBBI. Tujuannya agar kata yang digunakan sifatnya tidak rancu dan tidak terpengaruh oleh bahasa lain.
3. Menggunakan Kalimat Efektif
Dalam menyusun karya ilmiah, hindari penggunaan kata atau frasa yang berulang tanpa alasan yang jelas. Pastikan kalimat yang dibuat sudah efektif, sehingga tidak bertele-tele dan membuat bingung pembaca.
4. Menggunakan Bahasa Denotatif
Bahasa denotatif adalah bahasa yang memiliki arti dan makna sebenarnya. Jadi, makna yang terkandung dalam kata-katanya harus diungkapkan secara eksplisit, untuk mencegah timbulnya pemberian makna lain. Sehingga, pembaca mampu memahami karya ilmiah kamu dengan mudah.
5. Hindari Menggunakan Opini Pribadi
Karya ilmiah sebaiknya tidak mencantumkan pendapat atau sentimen pribadi dari penulis. Hindari juga memberikan penilaian dan komentar yang tidak relevan dengan isi karya ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah secara umum memiliki beberapa bentuk, tergantung tujuan dan sasaran pembacanya. Ada 3 bentuk karya tulis ilmiah, di antaranya adalah karya tulis ilmiah populer, semi formal, dan formal.
1. Karya Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer diungkapkan dalam bentuk ringkas, ragam bahasanya populer atau lebih santai dan menarik dengan kalimat yang mudah dipahami, dan umumnya disukai banyak orang serta dapat dimuat di media massa. Contoh karya ilmiah populer, di antaranya paper, esai, feature, dan lain sebagainya.
2. Karya Ilmiah Semi Formal
Karya ilmiah semi formal memiliki penulisannya yang mengikuti kaidah bentuk formal, namun penyajiannya lebih sederhana. Contoh karya ilmiah semi formal dapat berupa laporan atau makalah.
3. Karya Ilmiah Formal
Penulisan karya ilmiah formal haruslah memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap. Contoh karya ilmiah formal, yakni skripsi, tesis, maupun disertasi.
Baca Juga: Berbagai Pemikiran Ilmiah dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Jenis-Jenis Karya Ilmiah
Sekarang, yuk kita kenali apa saja jenis karya tulis ilmiah. Berikut penjelasannya:
1. Artikel
Artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subjektif tentang suatu masalah atau peristiwa. Biasanya, artikel jenis ini disebut juga sebagai artikel opini yang dapat kamu baca di surat kabar ataupun majalah. Sedangkan dalam konteks ilmiah, artikel ilmiah merupakan karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku yang ranahnya adalah penelitian dan keilmuan.
Baca Juga: Pengertian Artikel, Tujuan, Ciri, Struktur, Kebahasaan, Jenis & Contoh
Oleh sebab itu, artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran, kajian pustaka, ataupun hasil pengembangan sebuah proyek, yang keseluruhan harus berdasarkan fakta sehingga sifatnya objektif ya!
2. Makalah
Kamu pasti pernah, ‘kan mendapat tugas sekolah untuk membuat makalah. Saat pertama kali mendengarnya, kamu penasaran nggak, tentang apa itu makalah?
Makalah adalah salah satu bentuk karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah. Dalam penyelesaiannya, makalah juga mengandalkan data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan seminar.
3. Skripsi
Karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) Skripsi merupakan karangan ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya.
Baca Juga: Bagaimana Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah?
Jenis karya tulis ilmiah
4. Kertas Kerja atau Work Paper
Pada dasarnya sama dengan makalah. Namun, dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.
5. Paper
Sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2, atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.
6. Tesis
Karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.
7. Disertasi atau Ph.D thesis
Diperuntukkan bagi mahasiswa program S3 atau tugas akhir untuk meraih gelar Dr. atau Doktor. Adapun dalam pengerjaannya, disertasi lebih berfokus mengemukakan hasil analisis oleh penulis, yang dapat dibuktikan kebenaran, kecocokan, dan keakuratan data dengan realita yang ada. Disertasi harus berisi suatu temuan terbaru dari penulis itu sendiri yang bersifat orisinal.
Nah itu tadi beberapa jenis karya tulis ilmiah. Kira-kira kamu sudah pernah menulis karya ilmiah yang mana nih?
Contoh Karya Ilmiah
KECERDASAN JAMAK PADA MANUSIA
(Kajian Teoritis tentang Kecerdasan Jamak yang Dimiliki Manusia)
Ayu N.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya makalah in dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan darl pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun pikiran.
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca agar di lain kesempatan dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini.
Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.
Jakarta, November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan
2.2 jenis-jenis Kecerdasan
2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan
2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran
2.5 Keunggulan dan Kelemahan Kecerdasan Jamak
BAB I PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia diciptakan unik. Inilah yang sejak lama dalam ilmu pendidikan dikenal dengan konsep perbedaan individual. Oleh karena itu, sistem klasikal sebenarnya tidak sesuai dengan konsep perbedaan individual karena sistem klasikal menganggap semua siswa yang ada dalam suatu kelas dipandang homogen.
Kondisi in lebih diperparah lag dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar. Adanya metode ceramah, materi yang diajarkan sama, prasyarat kemampuan yang dimiliki siswa dianggap sama, tugas-tugas yang diberikan Kepada siswa juga sama, dan media dan alat peraga yang digunakan juga sama.
Akhirnya, hasil akhir pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau yang disebut sebagai tujuan instruksional yang diharapkan juga sama, Bahkan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur kompetensi siswa juga sama. Itulah karakteristik sistem klasikal dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan sistem itulah yang kemudian memperoleh kritik dari banyak pakar yang berpihak kepada sistem pendidikan individual, Salah satunya adalah Howard Gardner, seorang profesor ilmu saraf (neurology), dari Universitas Harvard pada tahun 1984 (Suparlan, 2004:1 98).
Kontribusi Gardner yang sangat besar dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya adalah teori tentang kecerdasan ganda, sebagaimana tertuang dalam bukunya bertajuk Frame of Mind: The Theory of Multiple Intelligence yang menyebutkan tujuh tipe kecerdasan manusia, yakni sebagai berikut.
Linguistic intelligence atau kecerdasan linguistik (bahasa).
Musical intelligence atau kecerdasan musikal
Logical-mathematical intelligence tau kecerdasan
Visual/spatial intelligence atau kecerdasan visual/spasial
Body/kinesthetic intelligence atau kecerdasan
Ragawi/kinestetik
Intrapersonal intelligence atau kecerdasan intrapersonal
Metode pembelajaran Multiple intelligences merupakan salah satu metode alternatif untuk mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor formal maupun informal. Multiple Intelligences pada awalnya merupakan Kerangka berpikir sebagai pengembangan dari konsep kecerdasan IQ (Intelligence Quotient).
1.2 Rumusan Masalah
Apa pengertian kecerdasan jarak?
Apa saja macam-macam kecerdasan jamak tersebut?
Bagaimana penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan?
Apa saja keunggulan dan kelemahan kecerdasan jamak?
1.3 Tujuan Penulisan
Agar mengetahui pengertian kecerdasan.
Mengetahui Macam-macam kecerdasan.
Mengetahui penerapan multi kecerdasan dalam pembelajaran.
1.4 Manfaat Penulisan
Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan jamak yang dimiliki manusia.
Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan musik manusia.
Mengetahui aplikasi kecerdasan jamak dalam bidang pendidikan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Teori Multiple Intelligences tidak saja dapat diukur oleh kemampuan matematika, logika, dan bahasa sebagaimana konsep kecerdasan klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang dapat dikembangkan, Ke delapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis.
Teori Multiple Intelligences pada perkembangannya tidak saja merubah paradigma berfikir tentang kecerdasan tetapi juga menjelma menjadi metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga proses pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak monoton.
3.2 Saran
Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dan kesempurnaan. Penyusun akan memperbaiki makalah in dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran mengenai penyajian makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, T. 2002. Sekolah Para juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan, Bandung: Kaifa.
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Campbell, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple intelligences, Massachusetts: Allyn and Bacon.
Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group, Australia: Thomas Nelson.
Dryden,G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar: Keajaiban Pikiran. Bandung: Kaifa,
Fadli. 2010. Teori Kecerdasan Ganda.
Dalamhttp://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24/teori-kecerdasan-ganda, diakses pada 1 November 2019.
Pengertian Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah atau bisa juga disebut karya ilmiah adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau kajian suatu masalah oleh seseorang atau kelompok dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan.
Karya ilmiah juga biasa disebut sebagai tulisan akademis (academic writing) karena biasa ditulis oleh akademisi perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa. Bentuk tulisan ini tentunya juga memiliki tujuan dan manfaat.
Baca Juga: Karakteristik Karya Ilmiah beserta Tujuan dan Manfaatnya
Tujuan Karya Ilmiah
Salah satu tujuan karya ilmiah adalah untuk melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian. Selain itu, ada juga tujuan lain dari dibuatnya karya tulis ilmiah, di antaranya:
1. Menyampaikan Informasi
Karya ilmiah seringkali dibuat untuk menyampaikan informasi terkait hasil penelitian atau penemuan di bidang tertentu kepada masyarakat luas. Dengan membuat karya ilmiah, kita bisa berbagi ilmu pengetahuan baru dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tersebut.
2. Mengembangkan Daya Berpikir
Ketika membuat karya ilmiah mengenai suatu topik atau fenomena, kita akan mengembangkan kemampuan berpikir terhadap isu yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Dengan begitu, karya ilmiah juga bisa dijadikan bahan untuk melatih ide, kreatifitas, tingkat pemahaman atau daya tangkap.
3. Sebagai Landasan Teoritis
Karya ilmiah seringkali menciptakan landasan teoritis yang dapat digunakan oleh peneliti atau akademisi lainnya, untuk pengambilan keputusan, perumusan masalah, hingga mengembangkan penelitian lama agar menjadi penelitian baru yang lebih matang secara konsep dan pemikiran.
Manfaat Karya Ilmiah
Sementara itu, pembuatan karya tulis ilmiah juga memberikan sejumlah manfaat, baik bagi penulisnya, maupun masyarakat. Berikut beberapa manfaat karya ilmiah yang bisa kamu pahami:
1. Penyumbang Ilmu Pengetahuan
Karya ilmiah berisi ide atau gagasan mengenai suatu fenomena yang diteliti. Penelitian dalam karya ilmiah, tentunya dapat menjadi dasar bagi penelitian berkelanjutan untuk menciptakan hasil yang lebih baik dalam bidang terbut. Nah, hasil penelitiannya, bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan baru, serta bahan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya.
2. Pemberdayaan Masyarakat
Karya ilmiah itu sifatnya publik ya, gais. Jadi, bisa diakses oleh masyarakat. Sehingga, lewat karya ilmiah ini, kita dapat memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan ilmiah. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kontribusi masyarakat dalam isu-isu penting.
3. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Selain itu, karya ilmiah juga sering dijadikan sumber pembelajaran di institusi pendidikan tinggi, loh. Mahasiswa dapat memanfaatkan karya ilmiah untuk memahami konsep-konsep yang lebih kompleks hingga mengembangkan keterampilan mereka di bidang ilmiah.
4. Inovasi dan Perkembangan Teknologi
Penemuan atau ide baru dalam karya ilmiah, yang berkaitan dengan teknologi, dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan teknologi yang lebih maju. Dengan begitu, ini bisa membantu memecahkan masalah, atau meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Secara umum, ciri-ciri karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi:
Ciri-ciri karya tulis ilmiah
Struktur Karya Ilmiah
Nah, agar kamu bisa menyusun karya ilmiah yang baik dan benar, kamu perlu tahu nih struktur atau sistematika karya ilmiah. Ada apa aja sih struktur karya ilmiah itu? Yuk, kita bedah bersama!
1. Judul
Sistematika penulisan karya ilmiah yang pertama, dimulai dari halaman judul. Judul karya ilmiah dibuat berdasarkan topik yang akan dibahas. Pembuatan judul dapat ditulis semenarik mungkin, namun tetap efektif dan menggunakan kata-kata sesuai KBBI dan PUEBI.
2. Abstrak
Selanjutnya, yaitu abstrak. Apa itu abstrak? Nah, abstrak adalah ringkasan dari keseluruhan isi yang dibahas dalam karya ilmiah. Tujuannya, agar pembaca dapat membaca sekilas terkait isi, maksud, dan tujuan karya ilmiah secara ringkas. Abstrak umumnya dibuat kurang lebih hanya 250 kata dan menggunakan bahasa yang efektif serta informatif.
3. Pendahuluan
Struktur karya ilmiah berikutnya, ialah pendahuluan. Pendahuluan ini, terbagi menjadi 4 sub bab, di antaranya:
a. Latar Belakang Masalah
Berisi penjelasan teoritis dan faktual dari masalah yang akan dibahas. Latar belakang masalah ini dijelaskan secara singkat, jelas, dan logis.
b. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam karya ilmiah berisi pertanyaan-pertanyaan dari masalah penelitian. Kamu bisa membuat rumusan masalah berdasarkan latar belakang masalah itu sendiri.
c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi penjelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tersebut.
d. Manfaat Penelitian
Sementara itu, manfaat penelitian berisi penjelasan mengenai manfaat, atau kontribusi apa aja yang akan dihasilkan dari hasil penelitian. Manfaat penelitian, biasanya diperuntukkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan, bidang, atau masyarakat yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
4. Kerangka Teori
Lanjut, kita masuk ke bagian kerangka teori. Bagian ini akan memuat 2 hal, yaitu:
a. Landasan Teori
Berisi konsep yang menjadi dasar penelitian. Sehingga, karya ilmiah dapat disusun secara sistematis dan kredibel.
b. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian berisi kesimpulan sementara berdasarkan kerangka pemikiran atau landasan teori yang digunakan oleh peneliti.
5. Metode Penelitian
Nah, setelah itu, kita bisa menentukan metode penelitian yang mau kita gunakan. Metode penelitian sendiri dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil yang valid.
Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan jenis metode penelitian yang dipilih, konsep dan variabel penelitian, populasi dan sampel penelitian, teori pengumpulan data, hingga melakukan analisis/pengujian data.
6. Pembahasan Penelitian
Baru deh, kita bisa menjalankan proses penelitian menggunakan bahan-bahan dan langkah-langkah yang sudah kita tentukan sebelumnya. Nah, proses penelitian tersebut, bisa kita jelaskan di bagian pembahasan penelitian. Tentunya, kamu harus menjelaskan secara runut, rinci, dan jujur ya, tanpa ada hasil atau proses yang direkayasa.
7. Penutup
Setelah menjelaskan mengenai hasil penelitian, selanjutnya, kamu bisa mengungkapkan kesimpulan dan saran dari penelitian tersebut. Kesimpulan ini, bertujuan agar para pembaca dapat mendapatkan informasi dari masalah yang diteliti. Sementara saran, bisa berupa pesan-pesan dari penulis/peneliti. Saran ini ditujukan untuk peneliti lain yang hendak melakukan penelitian di bidang yang sama.
8. Daftar Pustaka
Nah, jangan lupa ya, masukkan segala sumber referensi penelitian kamu dalam daftar pustaka. Dalam menuliskan daftar pustaka, biasanya akan menggunakan format yang telah ditentukan. Mulai dari tata cara penulisan nama, judul tulisan, nama penerbit, identitas buku/jurnal, hingga waktu terbit. Melalui daftar pustaka ini, karya ilmiah yang kamu buat, akan semakin kredibel.
Baca Juga: Contoh Daftar Pustaka & Cara Menulisnya Berdasarkan Sumber
9. Lampiran
Sistematika karya ilmiah yang terakhir adalah lampiran. Isinya berupa lampiran data yang diperoleh dalam proses analisis saat melakukan penelitian.
Kaidah Kebahasaan Karya Ilmiah
Karya ilmiah memerlukan penggunaan bahasa yang jelas, akurat, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang umum digunakan dalam membuat karya ilmiah:
1. Menggunakan Kata Impersonal
Karya ilmiah ditandai dengan pemilihan kata yang bersifat impersonal. Maksudnya, kata ganti yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat umum, misalnya penulis atau peneliti. Hal ini berbeda dengan jenis teks lain yang sifatnya non-ilmiah, seperti novel atau cerpen, yang pengarangnya bisa menggunakan kata ganti aku, kamu, atau dia.
2. Menggunakan Kata Baku
Pemilihan kata dalam karya ilmiah haruslah baku, sesuai KBBI. Tujuannya agar kata yang digunakan sifatnya tidak rancu dan tidak terpengaruh oleh bahasa lain.
3. Menggunakan Kalimat Efektif
Dalam menyusun karya ilmiah, hindari penggunaan kata atau frasa yang berulang tanpa alasan yang jelas. Pastikan kalimat yang dibuat sudah efektif, sehingga tidak bertele-tele dan membuat bingung pembaca.
4. Menggunakan Bahasa Denotatif
Bahasa denotatif adalah bahasa yang memiliki arti dan makna sebenarnya. Jadi, makna yang terkandung dalam kata-katanya harus diungkapkan secara eksplisit, untuk mencegah timbulnya pemberian makna lain. Sehingga, pembaca mampu memahami karya ilmiah kamu dengan mudah.
5. Hindari Menggunakan Opini Pribadi
Karya ilmiah sebaiknya tidak mencantumkan pendapat atau sentimen pribadi dari penulis. Hindari juga memberikan penilaian dan komentar yang tidak relevan dengan isi karya ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah secara umum memiliki beberapa bentuk, tergantung tujuan dan sasaran pembacanya. Ada 3 bentuk karya tulis ilmiah, di antaranya adalah karya tulis ilmiah populer, semi formal, dan formal.
1. Karya Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer diungkapkan dalam bentuk ringkas, ragam bahasanya populer atau lebih santai dan menarik dengan kalimat yang mudah dipahami, dan umumnya disukai banyak orang serta dapat dimuat di media massa. Contoh karya ilmiah populer, di antaranya paper, esai, feature, dan lain sebagainya.
2. Karya Ilmiah Semi Formal
Karya ilmiah semi formal memiliki penulisannya yang mengikuti kaidah bentuk formal, namun penyajiannya lebih sederhana. Contoh karya ilmiah semi formal dapat berupa laporan atau makalah.
3. Karya Ilmiah Formal
Penulisan karya ilmiah formal haruslah memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap. Contoh karya ilmiah formal, yakni skripsi, tesis, maupun disertasi.
Baca Juga: Berbagai Pemikiran Ilmiah dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Jenis-Jenis Karya Ilmiah
Sekarang, yuk kita kenali apa saja jenis karya tulis ilmiah. Berikut penjelasannya:
1. Artikel
Artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subjektif tentang suatu masalah atau peristiwa. Biasanya, artikel jenis ini disebut juga sebagai artikel opini yang dapat kamu baca di surat kabar ataupun majalah. Sedangkan dalam konteks ilmiah, artikel ilmiah merupakan karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku yang ranahnya adalah penelitian dan keilmuan.
Baca Juga: Pengertian Artikel, Tujuan, Ciri, Struktur, Kebahasaan, Jenis & Contoh
Oleh sebab itu, artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran, kajian pustaka, ataupun hasil pengembangan sebuah proyek, yang keseluruhan harus berdasarkan fakta sehingga sifatnya objektif ya!
2. Makalah
Kamu pasti pernah, ‘kan mendapat tugas sekolah untuk membuat makalah. Saat pertama kali mendengarnya, kamu penasaran nggak, tentang apa itu makalah?
Makalah adalah salah satu bentuk karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah. Dalam penyelesaiannya, makalah juga mengandalkan data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan seminar.
3. Skripsi
Karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) Skripsi merupakan karangan ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya.
Baca Juga: Bagaimana Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah?
Jenis karya tulis ilmiah
4. Kertas Kerja atau Work Paper
Pada dasarnya sama dengan makalah. Namun, dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.
5. Paper
Sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2, atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.
6. Tesis
Karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.
7. Disertasi atau Ph.D thesis
Diperuntukkan bagi mahasiswa program S3 atau tugas akhir untuk meraih gelar Dr. atau Doktor. Adapun dalam pengerjaannya, disertasi lebih berfokus mengemukakan hasil analisis oleh penulis, yang dapat dibuktikan kebenaran, kecocokan, dan keakuratan data dengan realita yang ada. Disertasi harus berisi suatu temuan terbaru dari penulis itu sendiri yang bersifat orisinal.
Nah itu tadi beberapa jenis karya tulis ilmiah. Kira-kira kamu sudah pernah menulis karya ilmiah yang mana nih?
Contoh Karya Ilmiah
KECERDASAN JAMAK PADA MANUSIA
(Kajian Teoritis tentang Kecerdasan Jamak yang Dimiliki Manusia)
Ayu N.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya makalah in dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan darl pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun pikiran.
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca agar di lain kesempatan dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini.
Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.
Jakarta, November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan
2.2 jenis-jenis Kecerdasan
2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan
2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran
2.5 Keunggulan dan Kelemahan Kecerdasan Jamak
BAB I PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia diciptakan unik. Inilah yang sejak lama dalam ilmu pendidikan dikenal dengan konsep perbedaan individual. Oleh karena itu, sistem klasikal sebenarnya tidak sesuai dengan konsep perbedaan individual karena sistem klasikal menganggap semua siswa yang ada dalam suatu kelas dipandang homogen.
Kondisi in lebih diperparah lag dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar. Adanya metode ceramah, materi yang diajarkan sama, prasyarat kemampuan yang dimiliki siswa dianggap sama, tugas-tugas yang diberikan Kepada siswa juga sama, dan media dan alat peraga yang digunakan juga sama.
Akhirnya, hasil akhir pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau yang disebut sebagai tujuan instruksional yang diharapkan juga sama, Bahkan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur kompetensi siswa juga sama. Itulah karakteristik sistem klasikal dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan sistem itulah yang kemudian memperoleh kritik dari banyak pakar yang berpihak kepada sistem pendidikan individual, Salah satunya adalah Howard Gardner, seorang profesor ilmu saraf (neurology), dari Universitas Harvard pada tahun 1984 (Suparlan, 2004:1 98).
Kontribusi Gardner yang sangat besar dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya adalah teori tentang kecerdasan ganda, sebagaimana tertuang dalam bukunya bertajuk Frame of Mind: The Theory of Multiple Intelligence yang menyebutkan tujuh tipe kecerdasan manusia, yakni sebagai berikut.
Linguistic intelligence atau kecerdasan linguistik (bahasa).
Musical intelligence atau kecerdasan musikal
Logical-mathematical intelligence tau kecerdasan
Visual/spatial intelligence atau kecerdasan visual/spasial
Body/kinesthetic intelligence atau kecerdasan
Ragawi/kinestetik
Intrapersonal intelligence atau kecerdasan intrapersonal
Metode pembelajaran Multiple intelligences merupakan salah satu metode alternatif untuk mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor formal maupun informal. Multiple Intelligences pada awalnya merupakan Kerangka berpikir sebagai pengembangan dari konsep kecerdasan IQ (Intelligence Quotient).
1.2 Rumusan Masalah
Apa pengertian kecerdasan jarak?
Apa saja macam-macam kecerdasan jamak tersebut?
Bagaimana penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan?
Apa saja keunggulan dan kelemahan kecerdasan jamak?
1.3 Tujuan Penulisan
Agar mengetahui pengertian kecerdasan.
Mengetahui Macam-macam kecerdasan.
Mengetahui penerapan multi kecerdasan dalam pembelajaran.
1.4 Manfaat Penulisan
Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan jamak yang dimiliki manusia.
Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan musik manusia.
Mengetahui aplikasi kecerdasan jamak dalam bidang pendidikan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Teori Multiple Intelligences tidak saja dapat diukur oleh kemampuan matematika, logika, dan bahasa sebagaimana konsep kecerdasan klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang dapat dikembangkan, Ke delapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis.
Teori Multiple Intelligences pada perkembangannya tidak saja merubah paradigma berfikir tentang kecerdasan tetapi juga menjelma menjadi metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga proses pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak monoton.
3.2 Saran
Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dan kesempurnaan. Penyusun akan memperbaiki makalah in dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran mengenai penyajian makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, T. 2002. Sekolah Para juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan, Bandung: Kaifa.
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Campbell, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple intelligences, Massachusetts: Allyn and Bacon.
Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group, Australia: Thomas Nelson.
Dryden,G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar: Keajaiban Pikiran. Bandung: Kaifa,
Fadli. 2010. Teori Kecerdasan Ganda.
Dalamhttp://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24/teori-kecerdasan-ganda, diakses pada 1 November 2019.
- Teacher: Desak Putu Laniasih, S.Pd -
- Teacher: C. Andarbeni Wahyu Pratiwi,S.Pd -

We learn English as Foreign Language under the Eleventh grade of Vocatioanl School. We will establish our knowlegde in program mechanic and culinary.
- Teacher: Andriani Hendrawati, S.Pd. -
- Teacher: Ni Nyoman Armini, S.Pd -
- Teacher: Yan Timy Martutiari, S.Pd -
- Teacher: Vidsvara Putra Krisnanandha, S.Pd -
- Teacher: Vidsvara Putra Krisnanandha, S.Pd -
- Teacher: Putu Ayu Santi Suwandiari, S.Pd. -
- Teacher: Putu Anastasia Mayrika, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Putu Eni Sutrisnawati, S.ST -
- Teacher: Ns. Luh Suciati, S.Kep -
- Teacher: Ni Wayan Yuli Aryawati, S.Pd -
- Teacher: Ni Wayan Ery Sri Widiastuti, S.Pd -
- Teacher: Ni Wayan Ery Sri Widiastuti, S.Pd -
- Teacher: Ni Wayan Eka Yanti -
- Teacher: Ni Putu Oka Wahyuni, S.Pd -
- Teacher: Ni Putu Eka Damayanti, S.Pd,.M.Pd. -
- Teacher: Ni Made Yunda Sasmita Dewi, S.Pd -
- Teacher: Ni Made Yunda Sasmita Dewi, S.Pd -

- Teacher: Ni Made Sukma Desy Kasiani, S.Pd -

- Teacher: Ni Made Sukma Desy Kasiani, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Putu Oka Arisona, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Putu Kurniasih, S.Pd.,M.PdH -
- Teacher: Ni Luh Meliawati, S.Pd -
- Teacher: Ni Luh Darma Dewi, SST -
- Teacher: Ni Komang Sriastini, S.Pd -
- Teacher: Ni Ketut Sumiyati Tilawati, S.Pd. -
- Teacher: Ni Kadek Srianingsih, SE -
- Teacher: Ni Kadek Sasmitha Aprilia, S.Pd -
- Teacher: Ni Kadek Puriani, S.Pd -
- Teacher: Ni Kadek Nuasri Astuti, S.Pd -
- Teacher: Muhamad Mirwan Akbar -
- Teacher: Kadek Restika Dewi, S.Pd.,M.Pd -
- Teacher: Zora Meilina Kartikasari, S.Pd -
Selamat datang di modul pembelajaran Bahasa indonesia kelas XII. Pada sesi ini, kita akan mendalami materi mengenai surat lamaran pekerjaan. Silakan baca materi yang telah disediakan dengan seksama, kemudian selesaikan tugas di buku tulis anda atau dikerjakan pada halaman yang telah disediakan untuk memperkuat pemahaman. Pastikan Anda memperhatikan tenggat waktu yang telah ditentukan.
- Teacher: Aditya Dwi Santoso, S.Pd -
- Teacher: I Wayan Suarjana, S.E.,S.Pd -
- Teacher: I Made Subagia, S.Pd,M.Pd -
- Teacher: I Made Kris Wijayadi, S.Pd -
- Teacher: I Made Juliartasari,S.Ag.,M.Pd.H -
- Teacher: I Komang Suputra Wiryana, SST.Par -
- Teacher: I Ketut Sueta, S.Pd -
- Teacher: I Kadek Sastrawan, S.Pd -




